Just catch this movie by myself this afternoon. Cina seorang anak baru di sebuah fakultas arsitektur, bertemu dengan Anissa, seniornya yg ternyata adalah seorang artis yang kesepian dan selalu terlihat sedih. Karena satu hal, mereka akhirnya sering menghabiskan waktu bersama. Cina and Annisa could not love each other because they called God by different names. Dari segi cerita, film ini punya skrip yang kuat and well research. Quite intelectual. Dibandingkan menonton Merah Putih , well, no offense doch. Untuk seorang sutradara berusia 25 tahun, film ini cukup mengena. Apalagi untuk yg pernah pacaran beda agama. Everyday story yang nggak berani diangkat sama sutradara-sutradara/ ph-ph kondang. Sunny Soon (Cina) dan Saira Jihan (Anissa) sebagai pendatang baru juga aktingnya bisa dikasih nilai 75. Skala 1-100. We need more movie like this. Bukan cuma sekedar horor-horor nggak jelas, atau cerita dengan konflik yang berlebihan. Cuma satu yg ganggu dari film ini, it should be film romantis, ...