Penipuan? Penipuan Apa?

Dalam semua cerita, selalu ada 3 sisi. My version, your version and the truth.

This is what happening now in my so-called-beautiful-country. Sebuah negara berkembang yang konon katanya sedang membangun. Sebuah negara berkembang yang masih berhutang sana-sini untuk membenahi dirinya. Sebuah negara berkembang yang selalu ribut soal agama. Sebuah negara berkembang yang selalu punya cara untuk mengalihkan sebuah issue politik.

Betapa hebatnya dalam 2 minggu terakhir ini, sebuah berita pencurian pulsa bisa menutup hingar bingarnya re-shuffle kabinet. Saya mungkin tidak lagi bekerja di industri musik, dan bukan siapa-siapa. Tapi sebagai pecinta musik, saya tetap memperhatikan ke mana industri ini berjalan. Cause in my wildest dream, i do still wanna be like Ari Gold.

Bicara soal promosi, bahasa promosi itu selalu tricky. Namanya juga promosi. How to get people's attention of your product is a must. Kata orang, yang namanya bisnis harus cari untung. Siapa juga yang mau bisnisnya rugi?

Lihat saja di toko-toko: "Sale! Further Reduction" 30%-70%... --> kenyataannya, barang-barang yang dijual jarang sekali ada yang sampai mendapat potongan 70%. Pernah merasa tertipu?

Tiket pesawat murah: Fly For Free!!! Perhatikan tulisan kecil di bawah kanan, not include tax & fuel. --> tertipu jugakah?

Lalu kata-kata: syarat dan ketentuan berlaku. Pernah berusaha mencari tahu apa syarat dan ketentuan yang berlaku?

Lalu siapa yang bodoh? Akui sajalah, masyarakat kita memang masih bodoh. Kalau saja semua sekolah di negeri tercinta ini gratis, kita akan banyak melahirkan rakyat-rakyat pandai yang tidak akan merasa dibodohi dengan sebuah permainan kata dalam bahasa-bahasa promosi.

Kebiasaan di negara ini, cari kambing hitam! Bukan mencari solusi. Senangnya jika sudah ada pihak yang disalahkan.

Saya tidak habis pikir mengapa BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) mengambil keputusan secepat itu untuk menghentikan (sementara) semua layanan konten. Katanya ini meresahkan masyarakat. Saya rasa masyarakat jauh lebih resah memikirkan bagaimana besok makan daripada masalah pencurian pulsa.

Semua orang memang punya hak untuk melaporkan sebuah kejadian jika merasa dirugikan. Tapi saya rasa reaksi kali ini berlebihan. Politik apalagi yang dimainkan di sana, saya tidak (mau) mengerti.

Bayangkan 3 industri yang akan "tercekat" dengan keputusan ini. Telko, Content Provider dan Musik. Bagi industri musik keputusan ini seperti kilat yang datang di tengah teriknya sebuah siang. Di saat album tidak lagi menjadi sumber income, dan full track download belum bisa menyelamatkan hidup, live gig dan Ring Back Tone adalah salah satu pemasukan yang cukup menjanjikan.

It's kinda sad for the music industry. How can musician makes money? There will be a way, I believe. But it will take some time before new innovation is coming. Or a miracle.

Musicians are those people who has to be appreciated. They are the people who makes our life more colorful. They are the people who makes us smile.

Let's fight for music!!!!




Comments

Popular posts from this blog

Nyaman Villa: The Comfortable One

Nyaman. Itu Saja. Bukan Apa-Apa.

I’M GETTING HITCHED: HEN PARTY AT THE MALL!!!!