Nyaman. Itu Saja. Bukan Apa-Apa.





Nyaman. Itu Saja. Bukan lain yang dicari. 
Nyaman. Itu Saja. Bukan berlebih yang diminta. 

Bahagia saya tidak sama dengan bahagiamu. Bahagia saya adalah rasa nyaman. Saat saya merasa nyaman di suatu tempat, pada suatu hal, dengan seseorang, saya akan bahagia. Nyaman itu mutlak bagi saya. Sama halnya saat kita merasa lebih nyaman saat naik taxi dibandingkan berada di dalam sebuah bis kota. Tapi, apakah nyaman itu bisa dikondisikan? If I say everything is relative, we will never end this discussion. But yeah, let's just agree to disagree. 

Nyaman di tempat kerja itu hal yang penting untuk saya. Kalau rasa nyaman itu sudah hilang, sebaiknya tinggalkan. If you feel like staying but you don't feel comfortable, what for? The money? Trust me, it leads you to no where. Show some respect for yourself.

Nyaman bersama teman, itu juga penting untuk saya. Why would you bother making friends with plastics if you are not one. Why would dress up to impress if you don't feel comfortable. Why wearing heels when sneakers can comfort you? Why drink tea when beer can chill you down? Why be confuse with what a real friendship meaning. If you have someone that you can be comfortable to call at 3AM, it shows how comfortable you are with that person. 

Nyaman dengan pasangan itu adalah segalanya. For me, if I can act as goofy as I can be, it means I'm comfortable around you. If I can say anything I want, it means you give me that certain of comfort. If I don't change my behavior when I'm with you and how I behave amongst my friends, it means I'm comfortable around you. Nyaman dengan pasangan, berarti tidak ada rasa curiga, tidak ada rasa cemburu. Nyaman dengan pasangan cukup dengan mengetahui dia ada. Nyaman dengan pasangan is like being with a life partner. It's not love, it's not bullshit, it's not promises, it's not sugar coated words. It's life partner.  

Morning will always come even though you're not saying good morning to me. 
Night will always appears even thought there're no stars. 
World will still evolving. 

Lalu, apakah mencari nyaman itu egois? Apa yang nyaman untuk saya, belum tentu nyaman untuk orang lain. Apakah dengan mencari kenyamanan, membuat orang lain tidak merasa nyaman. I don't think I have to answer this questions. Just need to say it out loud to the void. 

Saat rasa nyaman itu hilang, apakah salah untuk mencari nyaman yang lain? 
Saat rasa nyaman itu lepas, haruskah saya berlari mengejarnya kembali? 
Saat rasa nyaman itu terdiam, dapatkah saya tersenyum? 

Saya hanya ingin nyaman. Itu saja. Bukan apa-apa. 



-saya, nyaman dan vodka- 










Comments

Popular posts from this blog

Nyaman Villa: The Comfortable One

I’M GETTING HITCHED: HEN PARTY AT THE MALL!!!!