Kembalinya Rangga dan Cinta
Kehadiran Cinta dan Rangga pada film AADC2 memang sepertinya sudah ditunggu tunggu oleh penggemarnya yang ikut tumbuh bersama mereka. Penggemar penggemar yang saat itu masih berseragam putih abu abu, penggemar penggemar yang cukup histeris melihat wajah tampan Rangga dan kecantikan Cinta.
Kepergian Rangga ke Amerika dan perjumpaan terakhir mereka di airport 14 tahun yang lalu memang menyimpan misteri sendiri. Bisa dibilang film ini "back by popular demand".
Saya yakin Miles film juga ragu untuk membuat sekuel film AADC, karena biasanya sekuel tidak sebagus film pertama. Tapi nyatanya Miles menurut saya cukup berhasil untuk menghadirkan satu tontonan dari awal cerita 14 tahun yang lalu, ke masa sekarang dengan segar dan cerdas.
Karakter yang cukup kuat dari masing masing tokoh masih dapat dipertahankan. Hanya saja tokoh Maura yang diperankan Titi Kamal kurang greget tidak seperti Adinia Wirasti (Karmen) atau Sissy Priscillia (Milly) yang terlihat lebih menonjol. Dian Sastro (Cinta) pun bisa dibilang sukses membawa Cinta kembali walaupun dia sudah cukup lama tidak berakting di depan kamera. Nicolas Saputra (Rangga) juga berhasil mempertahankan karakternya yang misterius. Keputusan Ladya Cheryl (Alya) untuk tidak hadir dalam film ini mungkin keputusan yang tepat. Komposisi yang pas sudah terbentuk.
Setting di 3 kota: Jakarta, Yogyakarta dan New York menambah bumbu dalam plot cerita. Tapi terlihat perbedaan yang cukup signifikan dari sinematrogafi saat shooting di Indonesia dan Amerika. Mungkin masalah cuaca. I don't really know do they have the same camera man.
Dari segi soundtrack, emosi penonton justru lebih terbawa saat lagu lama Melly muncul. Tapi tata suara terlihat one step ahead dari film Indonesia lainnya, artikulasi pemain semua jelas dan tertata indah.
However, this is a good come back. Very entertaining. Kisah Cinta dan Rangga hadir layaknya kisah cinta Galih dan Ratna.
Kepergian Rangga ke Amerika dan perjumpaan terakhir mereka di airport 14 tahun yang lalu memang menyimpan misteri sendiri. Bisa dibilang film ini "back by popular demand".
Saya yakin Miles film juga ragu untuk membuat sekuel film AADC, karena biasanya sekuel tidak sebagus film pertama. Tapi nyatanya Miles menurut saya cukup berhasil untuk menghadirkan satu tontonan dari awal cerita 14 tahun yang lalu, ke masa sekarang dengan segar dan cerdas.
Karakter yang cukup kuat dari masing masing tokoh masih dapat dipertahankan. Hanya saja tokoh Maura yang diperankan Titi Kamal kurang greget tidak seperti Adinia Wirasti (Karmen) atau Sissy Priscillia (Milly) yang terlihat lebih menonjol. Dian Sastro (Cinta) pun bisa dibilang sukses membawa Cinta kembali walaupun dia sudah cukup lama tidak berakting di depan kamera. Nicolas Saputra (Rangga) juga berhasil mempertahankan karakternya yang misterius. Keputusan Ladya Cheryl (Alya) untuk tidak hadir dalam film ini mungkin keputusan yang tepat. Komposisi yang pas sudah terbentuk.
Setting di 3 kota: Jakarta, Yogyakarta dan New York menambah bumbu dalam plot cerita. Tapi terlihat perbedaan yang cukup signifikan dari sinematrogafi saat shooting di Indonesia dan Amerika. Mungkin masalah cuaca. I don't really know do they have the same camera man.
Dari segi soundtrack, emosi penonton justru lebih terbawa saat lagu lama Melly muncul. Tapi tata suara terlihat one step ahead dari film Indonesia lainnya, artikulasi pemain semua jelas dan tertata indah.
However, this is a good come back. Very entertaining. Kisah Cinta dan Rangga hadir layaknya kisah cinta Galih dan Ratna.
Comments